Tuesday, February 5, 2013

Alat Pencernaan

,
Alat pencernaan pada manusia terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan memiliki panjang lebih kurang 9 meter, mulai dari mulut hingga anus. Sementara itu, kelenjar pencernaan dapat berupa kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar empedu dan kelenjar pankreas.
a.    Rongga Mulut
Rogga mulut atau kavum oris merupakan tempat pertama kali makanan masuk dan dimulainya pencernaan makanan. Di dalam rongga mulut makanan dicerna secara mekanis oleh gigi dan secara kimiawi oleh air ludah. Berikut ini beberapa alat pencernaan dan kelenjar pencernaan yang terdapat di dalam rongga mulut.
1)    Gigi
Gigi memiliki beberapa bentuk dengan fungsi yang berbeda. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan atas gigi seri, gigi taring, dan gigi graham. Pada umumnya, manusia memiliki dua perangkat gigi, yaitu gigi susu dan gigi tetap.
2)    Lidah
Lidah atau lingua tersusun dari otot lurik yang diselaputi oleh lapisan lendir. Lidah berfungsi sebagai berikut:
a)    Membantu mengaduk makanan di dalam rongga mulut.
b)    Membantu mendorong makanan pada saat menelan.
c)    Membantu membersihkan mulut.
d)    Sebagai indra pengecap.
e)    Membantu bersuara (berbicara).
3)    Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah atau glandula saliva merupakan kelenjar penghasil air ludah atau air liur. Fungsi air liur di dalam rongga mulut adalah.
a)    Melindungi selaput rongga mulut dari lingkungan panas, dingin asam, ataupun basa.
b)    Memudahkan proses menelan dan mencerna makanan.
c)    Mencerna makanan secara kimiawi (karena air liur mengandung enzim ptialin).
b.    Faring dan Kerongkongan
Faring merupakan suatu saluran tempat bermuaranya udara dari rongga hidung dan makanan dari rongga mulut.
c.    Lambung
Lambung atau ventrikulus merupakan organ tubuh berupa kantong berdinding tebal yang strukturnya menyerupai bentuk huruf J. Lambung terletak di sebelah kiri atas rongga perut, di bawah sekat rongga dada. Lambung terdiri atas tiga bagian, yaitu kardiaks (bagian atas dekat denga hati), dan pilorus (bagian bawah dekat dengan usus halus).
Didalam lambung, biasanya makanan bertahan sekitar 2 sampai 6 jam. Melalui gerak peristalsis, makanan yang sudah dicerna akan terdorong ke arah pilorus. Selanjutnya, otot sfingter pilorus membuka melewatkan makanan keluar dari lambung (masuk ke usus halus) dan segera kembali menutup. Bentuk makan di dalam lambung dikunal dengan istilah kimus, yaitu berupa bubur makanan.
Pada diding lambung terdapt kelenjar-kelenjar kecil yang dapat menghasilkan getah lambung. Getah lambung umumnya mengandung asam klorida (HCl) dan enzim (pepsin dan renin).
Asam klorida merupakan senyawa kimia yang dapat menyebabkan lambung memiliki kadar asam tinggi dengan pH sekitar 2. Kondisi asam demikian dapat membunuh bakteri yang masuk bersama makanan.
Pepsin merupan enzim yang berfungsi untuk mengubah protein menjadi proteosa, pepton, dan polipeptida. Proteosa adalah suatu modifikasi dari asam amino yang susunannya lebih sederhana daripada susunan protein. Sementara itu, pepton dan polipeptida merupakan modifikasi asam amino yang susunannya lebih sederhana lagi dari proteosa.
Renin merupakan enzim yang berfungsi untuk mengubah protein susu terlarut (kaseinogen) menjadi gumpalan protein susu (kasein). Kemudian molekul tersebut disederhanakan oleh pepsin.
d.    Usus Halus
Usus halus atau intestinum tenue merupakan bagian dari saluran pencernaan yang juga berfungsi sebagai tempat mencerna makanan dan absorpsi sari makanan. Panjang usus halus diperkirakan sekitar 6 meter denga diameter 2,5 sentimeter. Usus halus dapat dibedakan atas tiga bagian, yaitu usu dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan.
1)    Usus Dua Belas Jari
Usus dua belas jari atau duodenum merupakan bagian usus halus yang berhubungan dengan lambung. Usus ini memiliki panjang 25 cm atau sukuran dengan 12 jari manusia. Pada usu halus beermuara dua saluran, yaitu saluran empedu dan saluran pankreas.
Saluran empedu berasal dari hati dan berfungsi sebagai penyalur cairan empedu. Didalam cairan empedu terdapat garam empedu, kolesterol, dan bilirudin. Garam empedu berfungsi untuk mereduksi tegangan permukaan lemak sehingga lemak dapat diubah menjadi bentuk emulsi. Kolesterol merupakan sisa metabulisme lemak yang harus dikeluarkan dari tubuh. Dalam jumlah banyak, kolesterol dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah sehingga pada akhirnys dapat menimbulkan stroke. Bilirubin merupakan zat warna empedu yang berasal dari hasil perombakan sel-sel darah merah yang telah tua. Sebagin bilirubin diangkut oleh darah menuju ginjal untuk dibuang bersama urine.
Saluran pankreas berisi cairan pankreas yang digetahkan oleh kelenjar pankreas. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim pemecah karbohidrat, protein, dan lemak. Enzim-enzim tersebut, antara lain karbohidrase pankreas, lipase pankreas, dan tripsinogen. Karbohidrase pankreas atau disebut juga amilase pankreas berfungsi untuk mencerna amilum menjadi maltosa dan bentuk disakarida lainnya. Lipase pankreas berfungsi untuk mengubah emulsi lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Tripsinogen diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin. Tripsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi polipeptida.
2)    Usus Kosong
Usus kosong atau jejenum merupakan bagian usus halus yang berfungsi sebagai tempat penyelesaian dari semua proses pencernaan makanan. Artinya, sebagian kimus yang belum sempurna dicerna di duodenum akan dicerna lagi menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga menghasilkan glukosa, asam amino, serta asam lemak dan gliserol.
3)    Usus Penyerapan
Usus penyerapan atau ileum merupakan bagian usus halus yang berfungsi sebagai tempat penyerapan zat-zat makanan. Ileum memiliki struktur yang berlipat-lipat dan pada daerah permukaannya terdapat jonjot-jonjot usus atau vilus. Pada ileum, beberapa zat makanan seperti glukosa dan asam amino masuk ke pembuluh kapiler, sedangkan asam lemak dan gliserol masuk ke pembuluh kil (lakteal).
e.    Usus Besar
Usus besar atau intestinum krasum merupakan saluran terakhir dari saluran pencernaan. Usus ini memiliki diameter 6,5 cm dengan panjang 1,5 meter. Pada pertemuan antara usus halus dan usus besar terdapat suatu kantong yang disebut sekum (lebih dikenal sebagai usus buntu) dan umbai cacing (apendiks).

2 komentar:

  1. Yuk coba keberuntugan anda
    di permainan tebak angka
    TOGEL dan DD48 redblue LIVE
    www.togelpelangi.com

    ReplyDelete